Pasar saham rebound menyambut sinyal akhir perang Iran dari Trump
Tuesday, March 10, 2026
JAKARTA – Sejumlah indeks saham di Amerika Serikat (AS) menutup perdagangan Senin (9/3) di zona hijau, setelah sempat turun lebih dari 1% di pembukaan.
Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,8% dan Nasdaq Composite naik 1,3%. Sementara indeks Dow Jones naik tipis 0,5%.
Penguatan di pasar saham AS terjadi setelah Presiden Donald Trump mengutarakan sinyal bahwa perang AS-Israel di Iran “hampir selesai” dan operasi militer telah melebihi jadwal awal, sebagai mana ia sampaikan kepada CBS.
“Kami memperkirakan pasar akan tetap fokus pada jangka waktu yang sangat pendek, volatil, dan dipengaruhi oleh headline terkait konflik yang berlangsung pekan ini,” kata Carol Schleif di BMO Private Wealth, seperti dikutip Bloomberg.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 3,8% ke US$87,86 per barel pada penutupan perdagangan di AS.
Harga minyak mentah sebelumnya sempat melonjak signifikan, menyusul eskalasi konflik di kawasan Teluk Persia, yang mengancam jalur transportasi minyak di Selat Hormuz.
Merespons lonjakan harga minyak mentah, negara G-7 telah berkumpul membahas langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas, termasuk membuka cadangan strategis jika dibutuhkan.
Sementara Trump, seperti disampaikan Reuters, telah meninjau sejumlah opsi untuk menjinakkan harga minyak mentah dunia. Beberapa di antaranya termasuk opsi membatasi ekspor minyak AS dan penghapusan pajak federal.
Harga komoditas logam mulia seperti emas juga terpantau melemah 0,5% di pasar spot dan berada di level US$5.144,44 per troi ons. Sedangkan bitcoin yang dikenal sebagai emas digital, menguat 2,6% ke $68.964,07. (KR)