Perang Iran masuki minggu ke-2, gas Eropa naik ke level tertinggi

Tuesday, March 10, 2026

image

JAKARTA - Harga gas grosir Eropa kembali melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun pada hari Senin (9/3), mengikuti kenaikan harga minyak, seiring konflik antara AS dan Iran memasuki minggu kedua dan aktivitas pelayaran di sekitar Selat Hormuz hampir terhenti.

Iran menunjuk Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya yang tewas sebagai pemimpin tertinggi pada hari ini, menegaskan bahwa garis keras tetap memegang kendali dan tampaknya menutup jalan menuju akhir cepat konflik di Timur Tengah.

Seperti dikutip Reuters, prospek gangguan pada pasokan energi global, yang sudah termasuk yang paling parah dalam sejarah, berlangsung lebih lama dari perkiraan sebelumnya, mendorong harga minyak naik di atas 119 dolar AS per barel.

Kontrak gas Belanda untuk bulan depan di hub TTF, sebagai acuan harga untuk Eropa, mencapai level tertinggi sejak awal Januari 2023, melonjak hampir 25% menjadi 66,50 euro per megawatt jam.

Pada pukul 10:01 GMT, harga tercatat 61,60 euro/MWh, naik 15,7%, menurut data ICE. Sebelumnya, harga ini juga sempat mencapai level tertinggi sejak Januari 2023 pada 3 Maret.

Sementara itu, kontrak April untuk Inggris (NGLNMJ6) yang naik 20% di awal sesi, diperdagangkan 15,4% lebih tinggi pada 158,60 pence per therm.

“Perkembangan di Timur Tengah akan terus mendominasi pergerakan harga. Terpilihnya putra Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran, yang dianggap garis keras, ditambah kemungkinan pengiriman pasukan darat oleh Trump, jelas mengindikasikan perang ini akan berlangsung lebih lama,” ujar analis LSEG, Ulrich Weber.

Analis dari Societe Generale Commodities Research menyebut kenaikan harga juga dipengaruhi oleh ketatnya keseimbangan pasokan dan permintaan, yang terutama didorong oleh dua faktor:

  1. Peningkatan permintaan LNG sekitar 0,2 juta ton, terutama dari Mesir dan Yordania, mengingat pasokan gas pipa Israel diperkirakan terbatas selama setidaknya dua minggu sementara ladang hulu masih offline.
  2. Penurunan pasokan LNG sekitar 2,4 juta ton dari Qatar dan UEA.

Di seluruh Eropa barat laut, prakiraan cuaca terbaru menunjukkan akhir pekan ini dan minggu depan lebih dingin dibandingkan Jumat lalu, meningkatkan ekspektasi permintaan pemanasan, menurut data LSEG.

Di pasar karbon Eropa, kontrak acuan CFI2Zc1 naik 0,50 euro menjadi 70,05 euro per ton metrik. (DK)

ASIranEropaenergikarbon Eropa